<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>HARISZ</title>
	<atom:link href="http://hariszuan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hariszuan.wordpress.com</link>
	<description>Polis Angkasa Gaban..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jul 2009 01:37:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hariszuan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f2f19923c49857ee87622d67f7f0e4dd?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>HARISZ</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hariszuan.wordpress.com/osd.xml" title="HARISZ" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hariszuan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenang Fathi Yakan</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com/2009/07/06/mengenang-fathi-yakan/</link>
		<comments>http://hariszuan.wordpress.com/2009/07/06/mengenang-fathi-yakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 01:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariszuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[nota tambahan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariszuan.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu aspek terpenting yang menjadi sorotan utama Yakan adalah masalah keluarga. Sebab kedudukan dan peran yang sangat penting dari sebuah keluarga, Yakan pun menjadikan hal tersebut sebagai poros kunci pemikirannya, yang selalu ia wasiatkan kepada para da&#8217;i setelahnya. Hemat Yakan, kesuksesan sejati bagi seorang pribadi dai Muslim berpangkal dari keluarga, atau hal yang disebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=133&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Salah satu aspek terpenting yang menjadi sorotan utama Yakan adalah masalah keluarga. Sebab kedudukan dan peran yang sangat penting dari sebuah keluarga, Yakan pun menjadikan hal tersebut sebagai poros kunci pemikirannya, yang selalu ia wasiatkan kepada para da&#8217;i setelahnya.  Hemat Yakan, kesuksesan sejati bagi seorang pribadi dai Muslim berpangkal dari keluarga, atau hal yang disebut sebagai Yakan sebagai ad-dakhil (esensi, inside), untuk kemudian barulah al-kharij (outside). Seorang da&#8217;i sejati pastilah akan berhasil terlebih dahulu membangun dan membina keluarganya, jauh sebelum ia membangun umatnya. Karena, dari dalam keluarga itulah segala sesuatu itu bermula.  Dan Yakan telah membutikan hal tersebut. Ia telah terbukti menjadi sosok ayah dan pemimpin keluarga yang baik bagi keluarganya, bagi anak dan isterinya. Sebab itu jualah kemudian Yakan menjadi panutan dan pemimpin bagi ummatnya.  Dalam sebuah wawancaranya dalam program Ziarah Khusus di kanal televisi Aljazeera Qatar, yang saat itu mengupas tentang masalah keluarga, Yakan mengatakan jika ia memilih istrerinya karena keelokan pemikirannya dan akhlaknya, spirit hidupnya yang senantiasa dibalut oleh akhlak, yang menjadikan perempuan tersebut cantik dan sukses dalam segala sesuatu.  Dan bagi Yakan, kecantikan pikiran dan akhlak itulah ukuran sekaligus esesni sejati bagi kecantikan seorang perempuan.  Yakan menolak pemikiran yang mengandaikan jika perempuan hanya berfungsi sebagai makhluk yang diciptakan dan ditakdirkan untuk mengurusi dapur (matbakh), kasur (makhda&#8217;), dan sumur (maghsal) saja. Tetapi dalam ajaran Islam yang benar, hemat Yakan, perempuan jauh berperan lebih dari itu.  Yakan mencontohkan kehidupan rumah tangga Rasulullah sebagai teladan yang utama. Rasulullah tak memperlakukan isteri-isteri beliau dengan konsep pemikiran dan perlakuan negatif di atas, tetapi Rasulullah juga menjadikan mereka sebagai &#8220;syarikah&#8221; (miyra) kooperatif dalam hidupnya. Rasululah, misalnya, kerap memintai pendapat fikih kepada Aisyah, dan memang Aisyah pun mampu menjadi sosok alim yang berani bersaing dengan para sahabat lainnya.  Salah satu wasiat penting Yakan kepada para keluarga Muslimah adalah agar senantiasa menjaga frekuensi spiritual dan ritual kepada Sang Pencipta. Yakan mengatakan, jika banyak dari keluarga yang pada akhirnya mengalami prahara dan berujung kepada kehancuran karena jauh dari tuntutan ajaran Islam, karena rendahnya frekuensi spiritual dan ibadah mereka kepada Sang Khaliq.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariszuan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariszuan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariszuan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariszuan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hariszuan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hariszuan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hariszuan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hariszuan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariszuan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariszuan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariszuan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariszuan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariszuan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariszuan.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=133&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariszuan.wordpress.com/2009/07/06/mengenang-fathi-yakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a31d9be72a74847c1e4b6389f03d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAGAIMANA PEMODAL ANTARABANGSA MERANCANG</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com/2009/07/03/bagaimana-pemodal-antarabangsa-merancang/</link>
		<comments>http://hariszuan.wordpress.com/2009/07/03/bagaimana-pemodal-antarabangsa-merancang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariszuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[membangunkan otak]]></category>
		<category><![CDATA[nota tambahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariszuan.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[BAGAIMANA PEMODAL ANTARABANGSA MERANCANG Pada tahun 2004 John Perkins telah menulis Confession of an Economic Hit Man – Pengakuan Tukang Pukul Ekonomi. Buku ini melakar bagaimana Perkins direkrut oleh National Security Agency (NSA) untuk menjaga kepentingan kaum pemodal antarabangsa. Untuk menghalalkan tugas – Perkins – telah dimasukan bekerja disebuah syarikat konsultan ekonomi. Ini hanyalah baju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=129&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">BAGAIMANA PEMODAL ANTARABANGSA MERANCANG</span></p>
<p>Pada tahun 2004 John Perkins telah menulis Confession of an Economic Hit Man – Pengakuan Tukang Pukul Ekonomi. Buku ini melakar bagaimana Perkins direkrut oleh National Security Agency (NSA) untuk menjaga kepentingan kaum pemodal antarabangsa.</p>
<p>Untuk menghalalkan tugas – Perkins – telah dimasukan bekerja disebuah syarikat konsultan ekonomi. Ini hanyalah baju yang dipakai oleh Perkins kerana syarikat ini memiliki hubungan rapat dengan NSA. Sebagai penasehat ekonomi Perkins merayau-rayau ke Indonesia, Panama, Ecuador, Colombia, Saudi Arabia, Iran dan negara yang dianggap memiliki potensi ekonomi.</p>
<p>Tugas Perkins cukup enteng : dia akan menasehatkan pemimpin negara-negara ini untuk membuat projek-projek mega ( seperti projek Bakun). Perkins tidak memiliki masaalah untuk bertemu dengan pemimpin politik negara-negara Dunia Ketiga. Ini kerana Perkins sedar bahawa pemimpin negara-negara ini apabila mendengar ada Mat Saleh ingin bertemu mereka maka mulut dan buntut mereka ternganga luas.</p>
<p>Perkins akan dijemput untuk menghadiri pelbagai seminar dan mesyuarat ( seperti Invest Malaysia 2009) dan dijemput dalam perbincangan percambahan pendapat. Akhirnya Perkins akan membuat dan mengajukan kertas-kerja dan cadangan untuk memunculkan projek mega. Dalam masa yang sama melalui Perkins &#8211; Bank Dunia atau IMF atau bank-bank lain akan bersiap sedia mengeluarkan dana.</p>
<p>Projek mega ini adalah cara ‘merasuah’ para pemimpin dan kroni para politikus Dunia Ketiga. Projek-projek ini tidak ada sangkut paut dengan kepentingan ekonomi warga negara itu walau pun dengan lunak Perkins akan menggambarkan bagaimana projek mega ini akan memberi manafaat untuk rakyat. Ini hanya kelentong.</p>
<p>Kontrektor-kontrektor projek, pekakas pembuatan – semuanya didatangkan dari nasehat Perkins. Projek ini akan menggunakan pakar-pakar ‘Mat Saleh ‘ yang dibayar dengan lumayan berbanding dengan pakar tempatan. Perkins melahirkan pekerjaan untuk para Mat Saleh yang di panggil ‘expert’. <span id="more-129"></span></p>
<p>Dalam masa yang sama Perkins cukup sedar banyak dana ini akan masuk ke dalam poket para pemimpin negara ini. Ini adalah sebahagian dari strateji Perkins. Ini perangkap yang sengaja dipasang.</p>
<p>Sedikit demi sedikit negara ini akan terhutang dengan lembaga-lembaga bank antarabanga – IMF, World Bank, Europen Bank dan pelbagai lembaga dana yang bekerja erat dengan Perkins. Bunga dan hutang ini akan meningkat. Ini menambahkan lagi beban negara.Perkins akan mengusulkan cara terbaik untuk mencari dana agar dapat membayar hutang dan bunga.</p>
<p>Cadangan Perkins : subsidi dihapuskan. Barangan kawalan makanan dilupuskan. Impot dibesarkan. Barangan ekspot dimurahkan. Nilai ringgit dikurangkan dengan alasan akan menarik orang luar membeli barangan ekspot.</p>
<p>Akhirnya – akan sampai satu masa – dimana hutang bagitu menjerut untuk negara ini. Maka Perkins akan ‘ menasehatkan’ para politikus agar Pertamina memberikan hak untuk Exxon cari gali di Ambalat –mislanya yang terjadi di Indonesia. Ini perangkap awal.</p>
<p>Jika pemimpin politik ini memiliki perasaan nasionalisma dan enggan tunduk atau berdegil maka akan di hantar apa yang di panggil ‘ The Jackals’. Mosaddeq di Iran menjadi mangsa pada thun 1953. Presiden Geutemala pada tahun 1954 menjadi mangsa agar bumi negaranya selamat untuk dijadikan ladang pisang United Fruits Company. Sukarno pada thun 1965. Ecuador pada thun 1981.</p>
<p>Mari kita melihat kes klasik sejarah Terusan Panama yang telah dimilik negarakan oleh Omar Torrijos pada thun 1977. Kemudian pada July 31, 1981 kapalterbang yang dinaikinya meletup di udara. Sesudah Torrijos mati Amerika kembali mendapat hak i untuk meletakan tenteranya di Terusan Panama. Khalas.</p>
<p>Di negara kita sendiri pekara yang sama pasti berlaku. Dasar Ekonomi Baru yang dilakar oleh Razak Hussein telah mengenepikan kepentingan pemodal antarabangsa. Kaum pemodal ini merasa kurang senang dengan dasar ini. Melalui media dunia mereka terus mempertikaikan dasar ini.</p>
<p>Dasar ini juga di kritik oleh kapitalis nasional dan kapitalis komprador yang suaranya diwakili oleh MCA. Ketika itu air, api, talikom, universiti, jalan raya, hospital, tanah Felda, Felcra, SEDC – semuanya adalah milik orang ramai i.e milik negara.</p>
<p>Kritikan dasar ini tidak ada sangkut paut dengan kepentingan Maj Jah peniaga warong di Gombak atau Pak Huseing pembuat budu di Pengkalan Chepa. Kritikan ini datang dari kaum kapitalis yang tidak dapat membuat keuntungan maksima.</p>
<p>Apabila Mahathir naik semua ini diubah. Untuk mendapat sokongan kapitalis komprador dan kapitalis nasional: baca pemodal Cina &#8211; Mahathir telah menswastakan harta rakyat ini. Maka gembiralah dan berkundurilah kaum kapitalis ini. Harta kekayaan mereka bertimbun tambah. Laporan terbaru membuktikan bagaimana 58 bilion ringgit harta negara di sawastakan hanya 2 bilion ringgit sahaja yang menjadi milik Melayu.</p>
<p>Mahathir naik tocang apabila dinobatkan oleh kaum pemodal ( kaum pemodal Cina) sebagai penjana pembangunan. ( Ini tidak ada sangkut paut dengan Mak Cik Limah di Felda Chomomoi atau Haji Timah tuan punya warong di Senawang.)</p>
<p>Dasar Ekonomi Baru ini hakikatnya adalah dasar ekonomi kapitalis yang penuh dengan percanggahan. Dasar ini bercita-cita untuk memunculkan ‘zaibatsu’ Melayu/Bumiputera. Ini hanyalah mimpi tegang yang tidak pancut-pancut. Cita-cita ini tidak mungkin tercapai hingga bumi meletup. Kalau tupai beranakkan gajah pun dasar ini tidak akan tercapai.</p>
<p>Dasar DEB ini tidak akan berjaya kerana dalam hukum ekonomi kapitalis – apa boleh jual akan di jual – apa yang boleh di beli akan dibeli. Dalam ekonomi kapitalis tidak ada agama atau bangsa. Setiap kali modal dilabor untuk Melayu ianya pasti akan bertalian dengan ekonomi Cina yang telah lama kukuh. Ini belum diambil kira rasuah.</p>
<p>Tidak mungkin semua orang Melayu/Bumiputera akan dapat di kayakan. Pemodal memerlukan buruh yang boleh diupah murah. Pemodal memerlukan pengguna untuk membeli. Kalau Melayu semua kaya siapa pula yang akan menjadi buruh di ladang sawit, penanam padi, penangkap ikan dan Minah Karan dan Mat Spana?</p>
<p>Dasar Ekonomi Baru ini hanyalah satu kelentongan/tipu helah dimana para politikus Melayu berkumpul membuat dasar atas nama Melayu. Dengan bersandarkan keMelayuan maka para politikus Melayu ini dapat ‘merembat’ harta negara.</p>
<p>Pada ketika DEB dimulakan pergaduhan Melayu/Bukan Melayu baru selesai. Kapitalis nasional dan kapitalis komprador tidak berani menyuarakan tentangan pada ketika itu. Mereka melihat dari jangka panjang kepentingan mereka lebih terjaga dengan dasar ini. Anggapan mereka cukup tepat. Siapa dia Lim Goh Tong, siapa dia Ananda Krishnan, siapa dia Vincent Tan ?</p>
<p>Dasar untuk menjadikan 30% harta kekayaan negara ini dimiliki oleh Melayu/Bumiputera adalah mimpi kosong dan dasar yang salah. Tidak perlu membuat kajian ilmiah – pergi sahaja keluar dari Kuala Lumpur dan lihat sendiri kehidupan orang-orang di kampong. Memang betul ada perubahan. Kalau dulu pada tahun 1974 di Kampong Chenor ( kampong saya ) tidak ada leterik dan air – hari ini telah ada.</p>
<p>Tetapi air dan leterik kini dimiliki oleh pemodal tuan empunya saham.. Hospital dimiliki oleh pemodal tuan empunya saham.. Sekolah dan univeristi dimiliki oleh pemodal tuan empunya saham.. Jalan raya dimiliki oleh pemodal tuan empunya saham. Talipon dimiliki oleh pemodal tuan empunya saham. Ini bezanya. Ini hakikat.</p>
<p>Dua minggu dahulu Najib telah membuat dasar liberalisasi. Perkataan LIBERALISASI ini perkataan hampeh. Ini perkataan putar alam bertujuan untuk mengelirukan kefahaman yang tuntas kepada orang ramai terutama kepada Mak Cik dan Pak Cik Felda. Leberalisai bermakna : Syarikat antarabangsa dibenarkan berniaga bebas dalam negara ini.</p>
<p>Dua hari dahulu Najib Razak telah mengubah satu jalur DEB. Kaum pemodal pasti akan mengalu-alukan dasar ini. Ertinya pasaran Malaysia terkangkang luas untuk di entot. Ertinya tidak ada lagi halangan untuk sesiapa sahaja memiliki harta kekayaan negara ini. ( Kalau saya kapitalis saya akan terpancut siang dan malam dan meleleh air liur melihat harta negara ini boleh dimiliki ).</p>
<p>Kenapa Najib membuat dasar baru  ini ?</p>
<p>Cukup senang untuk memahaminya. Najib memiliki masaalah pribadi yang berat. Jangan silap baca ini tidak ada sangkut paut dengan berat badan isteri Najib. Berat di sini bermakna berat dari segi politik. Contohnya : Parti yang dipimpin oleh Najib tidak lagi mendapat sokongan rakyat. Retak retak kelihatan dalam gabungan Barisan Nasional. Dan paling menakutkan Najib apabila kaum kapitalis komprador dan kapitalis nasional: baca – pemodal Cina &#8211; telah menjauhkan diri dari Najib.</p>
<p>Dalam masa yang sama media antarabangsa terus menghantui Najib dengan kes pembunuhan Altantuya gadis cun dari Mongolia. Media luar ini adalah alat pembesar suara untuk memastikan kepentingan kaum pemodal antarabangsa terjaga rapi. Kuam pemodal antrabangsa ini telah lama ingin merembat harta kekayaan negara ini.</p>
<p>Hantu dan polong-polong puaka  ini perlu dijaga.</p>
<p>Najib wajib melakukan sesuatu. Seperti Mahathir menswastakan harta negara untuk kaum komprador dan kapitalis nasional maka Najib Razak menswastan seluruh bumi Malaysia ini untuk kepentingan kelas kapitalis dalam dan luar negara. Inilah hakikat dari dasar ekonomi yang akan dijalankan oleh Najib Razak.</p>
<p>Dimana Perkins Kaki Pukul sedang bersemayam?</p>
<p>Jangan risau si Perkins ini masih wujud. Perkins telah menghatar budak suruhannya dari Singapura. Lupa projek mega – Jambatan Ketiga ?</p>
<p>Perkins-Perkins ini mungkin ada jaringan dalam EPU. Si Perkins ini mungkin masih bersarang di Tingkat Empat atau ingin pindah ke tempat yang lebih tinggi seperti di Menara Petronas. Si Perkins sedang berselerak menjalankan tugas untuk memastikan kepentingan kaum kapitalis akan didahulukan.</p>
<p>Dasar Ekonomi Baru atau Dasar Pedekatan Baru ini semuanya TIDAK akan memberi apa-apa manafaat kepada rakyat biasa. Dasar ini tidak ada sangkut paut dengan kepentingan Gopal pemandu teksi dari Segambut. Dasar ini tidak ada sangkut paut dengan Swee Heng peniaga nasi Itek di Jalan Petaling. Dasar ini tidak ada sangkut paut dengan Hajah Limah pembekal kerepek ubi dari Sijangkang.</p>
<p>Rakyat biasa tidak berjudi di bursa saham. Rakyat biasa tidak tahu apa itu ‘pink form’. Rakyat biasa tidak memahami turun naiknya Nasdaq atau Index Heng Seng. Rakyat biasa mahu keselesaan dan bukan mahu di ikat dengan pelbagai gaya/cara – cukai/tol/bil hospital/bil air/bil api/ bil sewa rumah/cukai rumah &#8211; dimana mereka wajib dan dipaksa mengeluarkan duit yang tidak mereka miliki.</p>
<p>Dasar ekonomi terbuka dan terkangkang ini akan menjemput kapitalis antarabangsa – dengan alasan untuk melabor dan membawa modal. Ini betul-betul hujah dari kertas kerja John Perkins. Inilah cara yang digunakan oleh Perkins untuk memastikan sesebuah negara itu akhirnya akan dapat dijajah kembali.</p>
<p>Satu kerajaan yang baik adalah kerajaan yang berkiblatkan rakyat. Sebuah kerajaan yang adil tidak akan mempedulikan kepentingan kaum kapitalis kerana mereka menghisap darah warga negara. Dasar yang wajib dinobatkan ialah dasar dimana kepentingan ramai mendahului kepentingan pribadi. Kepentingan ramai menjadi nakhoda dan juragan.</p>
<p>Kerajaan yang adil ialah sebuah pentabiran yang telus dimana dasar ekonominya akan menobatkan kepentingan kaum buruh dan tani. Ini kerana dari tenaga kaum buruh dan kuam tani inilah munculnya modal. Modal muncul dari tenaga manusia. Modal bukan wang ringgit. Wang ringgit adalah tanda nilai tenaga dan fikrah manusia. Modal datang dari tenaga warga negara itu sendiri.</p>
<p>Modal bukan datang dari IMF atau Bank Dunia Bank. Duit dari IMF atau Bank Dunia itu adalah hasil rompakan dari tenaga buruh dan tani dari seluruh dunia.</p>
<p>Justeru dasar Menjual Felda mungkin dilihat dapat mengumpulkan modal. Awas! Menjual Felda samalah seperti Lebai Sudin di Kuala Nerang yang hanya memiliki sebuah rumah dan 3 relong sawah. Satu hari untuk membaiki atap rumahnya Lebai Sudin telah menjualkan 3 relong tanah sawahnya kepada …….<span style="font-weight:bold;">(TT)</span><br />
<span style="font-style:italic;">( Tulisan ini boleh dicekup demi membuat kebaikan. Sila baca buku Confessions of an Economic Hit Man &#8211; jangan malas baca! Kalau malas kena jual nanti ! )</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariszuan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariszuan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariszuan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariszuan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hariszuan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hariszuan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hariszuan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hariszuan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariszuan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariszuan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariszuan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariszuan.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariszuan.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariszuan.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=129&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariszuan.wordpress.com/2009/07/03/bagaimana-pemodal-antarabangsa-merancang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a31d9be72a74847c1e4b6389f03d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penalti Penanti</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com/2009/05/21/penalti-penanti/</link>
		<comments>http://hariszuan.wordpress.com/2009/05/21/penalti-penanti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 05:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariszuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[merepek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariszuan.wordpress.com/2009/05/21/penalti-penanti/</guid>
		<description><![CDATA[Apabila Barisan Nasional (baca: kerajaan pusat) memutuskan untuk tidak bertanding maka menjerit – jeritlah akbar etnonasionalis Melayu menyatakan sokongan terhadap keputusan itu. Membazir! Agenda pembangkang! Lebih baik menumpukan pada soal pembangunan dan ekonomi rakyat. Apakah makna disebalik kata – kata ini? Adakah pilihan raya kecil membelakangkan rakyat? Adakah mengadakan pilihan raya suatu pembaziran? Bagaimana untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=128&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Apabila Barisan Nasional (baca: kerajaan pusat) memutuskan untuk tidak bertanding maka menjerit – jeritlah akbar etnonasionalis Melayu menyatakan sokongan terhadap keputusan itu. Membazir! Agenda pembangkang! Lebih baik menumpukan pada soal pembangunan dan ekonomi rakyat. Apakah makna disebalik kata – kata ini?  Adakah pilihan raya kecil membelakangkan rakyat? Adakah mengadakan pilihan raya suatu pembaziran? Bagaimana untuk kita mentafsirkan kata – kata ini? Dalam system demokrasi berpalimen yang kita anuti kita memang menjadi hak mana – mana pihak (termasuk individu) untuk menawarkan diri bertanding mahu pun tidak. Itu hak. Barisan Nasional menggunakan hak mereka. Namun, sedikit masa dahulu, apabila Pas menyatakan rungutan terhadap perjalanan proses pilihan raya dan berura – ura untuk memboikotnya, maka UMNO<span id="more-128"></span> dengan lantang bertempik bahawa Pas takut kepada rakyat, Pas tidak diterima, Pas itu dan Pas ini..tapi apabila BN yang boikot? Dot dot dot… (malas nak tulis semua tau).</p>
<p style="text-align:justify;">Ketua Pemuda UMNO, sedara Khairi Jamaludin dengan kereknya menyatakan pembangkang memperlecehkan demokrasi! Demokrasi berteraskan suara majority rakyat dengan andaian suara teramai adalah pilihan paling rasional. Jika di kawasan DUN tersebut tidak memilih UMNO, tak kan nak kata mereka perlecehkan demokrasi? Mana logik Khairi pakai? Mari kita buat satu andaian, agak – agak kalau ada pilihan raya kecil kat Johor, BN bertanding tak? Bn kacap tu membazir tak? BN cakap tu agenda pembangkang tak? Isunya, mana – mana parti politik (termasuk pembangkang sekali pun) akan menggunakan hujah rakyat  untuk mengabsahkan tindakan mereka. Soalan bodoh dari penulis, bagaimana parti politik (dalam kes Penanti ini BN) membuat kesimpulan bahawa rakyat taknak BN sertai pilihan raya kecil? Bila BN Tanya rakyat? Siapa yang BN Tanya, setakat mak cik jual sayur yang ditemuramah untuk berita perdana TV1 mana represent keseluruhan rakyat? Pernahkah kita memikirkan retorik politik murahan ini?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariszuan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariszuan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariszuan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariszuan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hariszuan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hariszuan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hariszuan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hariszuan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariszuan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariszuan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariszuan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariszuan.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariszuan.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariszuan.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=128&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariszuan.wordpress.com/2009/05/21/penalti-penanti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a31d9be72a74847c1e4b6389f03d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mana datangnya agama? bahagian 1</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com/2009/05/03/mana-datangnya-agama-bahagian-1/</link>
		<comments>http://hariszuan.wordpress.com/2009/05/03/mana-datangnya-agama-bahagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 09:18:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariszuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[nota tambahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariszuan.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman beragama merupakan fenomena social yang tidak mudah untuk difahami dan diteorikan. Tiada siapa yang dapat menyatakan dengan pasti – dalam masa yang sama mampu meyakinkan – sejak bila manusia beragama. Malah mentakrifkan agama itu sendiri punya kompleksiti yang bukan sedikit. Secara umumnya, daripada sudut sosiologi, agama  adalah respon kepada ketakutan manusia. Agama berfungsi untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=125&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-126" title="jalan ke surga" src="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/05/_road_to_heaven.jpg?w=200&#038;h=300" alt="jalan ke surga" width="200" height="300" />Pengalaman beragama merupakan fenomena social yang tidak mudah untuk difahami dan diteorikan. Tiada siapa yang dapat menyatakan dengan pasti – dalam masa yang sama mampu meyakinkan – sejak bila manusia beragama. Malah mentakrifkan agama itu sendiri punya kompleksiti yang bukan sedikit. Secara umumnya, daripada sudut sosiologi, agama  adalah respon kepada ketakutan manusia. Agama berfungsi untuk memberikan manusia rasa selamat dan terpelihara. Agama juga bagi mewujudkan rasa kawalan terhadap alam yang tidak terkawal ini. Sebagai contoh, manusia tidak mampu mengawal cuaca, namun, dengan memuja Tuhan Langit yang menjaga angin mereka merasakan bahawa mereka telah mengamankan taufan dan mengelakkan kemarau. Peningkatan kemampuan manusia-proto dalam membangun dan mewarisi ilmu nenek moyang mereka telah membantu mereka meningkatkan survival mereka dalam dunia yang kejam dan tidak teramal ini.  Dalam masa yang sama wujud konsep kesementaraan kehidupan di dunia ini apabila mereka sedar akan tiba satu titik masa kematian yang tak terelak. Ketika evolusi manusia–proto kepada homosepiens sepenuhnya, mereka mula mempersoalkan persekitaran dan diri mereka, selari dengan peningkatan kemampuan berfikir mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang mengawal musim; pergerakan rutin matahari, terbitnya bintang, hilangnya bulan?</p>
<p style="text-align:justify;">Perkara apa yang mengawal alam sekitar; hujan, banjir, kemarau?</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang mengawal kesuburan; tribe mereka, haiwan ternakan, tanaman?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah system moral yang terbaik untuk mengekalkan kestabilan tribe?</p>
<p style="text-align:justify;">Dan persoalan yang jauh lebih besar; apa yang akan terjadi setelah kematian?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-125"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hidup dalam dunia pra- saintifik tidak memungkinkan mereka menemukan  jawapan pada soalan di atas. Malah kini, dengan segala kecanggihan teknologi sains, kita masih gagal menemukan jawapan pada dua soalan terakhir – khususnya yang terakhir – dan masih berdebat akannya. Namun, sejak awal sejarah manusia mula berfikir akan kewujudannya, persoalan ini telah membawa kepada permulaan:</p>
<p style="text-align:justify;">-      System kepercayaan agama</p>
<p style="text-align:justify;">-      Golongan agamawan</p>
<p style="text-align:justify;">-      Ritual untuk Tuhan</p>
<p style="text-align:justify;">-      Satu set sikap dan moral tribe (puak)</p>
<p style="text-align:justify;">-      Dan satu bentuk kawalan ke atas moral ini; hal yang menjadi titik tolak kepada perbincangan kita yang seterusnya. Bilakah wujudnya insitusi agama?</p>
<p style="text-align:justify;">Terlebih dahulu hendaklah difahami apakah yang diertikan dengan insitusi agama. Insitusi merupakan organisasi – tidak semestinya <em>structured </em>dan formal sifatnya – yang terbina daripada hubungan dan interaksi antara ahli masyrakat. Institusi agama dalam faham sosiologi Marxis adalah superstruktur yang terbina atas landas ekonomi masyarakat tersebut. Contohnya, jika masyarakat tersebut merupakan masyarakat pertanian; insitusi keagamaanya pasti akan berkait dan terbentuk hasil daripada sosialisasi mereka dengan pertanian. Insitusi agama wujud selari dengan sejarah agama itu sendiri. Dalam masyarakat moden, insitusi agama boleh diwakili oleh gereja, kariah masjid, organisasi dakwah, baitulmal, jabatan agama, khalifah dan lain – lain struktur yang berorentasikan agama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariszuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariszuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariszuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariszuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hariszuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hariszuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hariszuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hariszuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariszuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariszuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariszuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariszuan.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariszuan.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariszuan.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=125&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariszuan.wordpress.com/2009/05/03/mana-datangnya-agama-bahagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a31d9be72a74847c1e4b6389f03d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harisz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/05/_road_to_heaven.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">jalan ke surga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita satu jengkal</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/23/cerita-satu-jengkal/</link>
		<comments>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/23/cerita-satu-jengkal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 15:06:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariszuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/23/cerita-satu-jengkal/</guid>
		<description><![CDATA[Baik atau tidak? Pagi itu, waktu matahari maseh segan menzahirkan sinarnya (ceh, klise sungguh) aku sudah siap terceratuk di stesen komuter. Hari itu aku nak pulang ke Johor. Aku beli tiket terus ke Seremban. Sampai. Jalan kaki ke stesen bas Seremban yang sedikit terpisah dengan stesen komuter itu. Atau stesen komuter itu yang sedikit terpisah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=116&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-121" title="sekadar gambar hiasan (mcm Mastika r plak)" src="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/04/pemulung-rw-makmur3261.jpg?w=300&#038;h=225" alt="sekadar gambar hiasan (mcm Mastika r plak)" width="300" height="225" />Baik atau tidak?</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi itu, waktu matahari maseh segan menzahirkan sinarnya  (ceh, klise sungguh) aku sudah siap terceratuk  di stesen komuter. Hari itu aku nak pulang ke Johor. Aku beli tiket  terus ke Seremban. Sampai.</p>
<p style="text-align:justify;">Jalan kaki ke stesen bas Seremban yang sedikit terpisah dengan stesen komuter itu. Atau stesen komuter itu yang sedikit terpisah dengan stesen bas.  Entahlah, malas nak fikir yang mana betul. Minta – minta tiket bas maseh ada, aku jarang beli tiket awal. Bukan sebab yakin bas ada tapi yakin aku tetap akan sampai Johor. Benar, bas ada tapi jam 5.30 petang. Aku kerling jam tangan pemberiang orang,  jam 10 kurang  17 minit tepat. Bagaimana harus aku isi masa 7 jam 47minit ini? Seorang diri..</p>
<p style="text-align:justify;">Tak mengapa, dapat jalan – jalan dulu, aku buat alasan pada diri aku. Selesai makan mee goreng di restoran Kayu Manis yang letaknya betol – betol tepi simpang empat dekat perpustakaan negeri aku pon bayar. Tak kan tak bayar plak. Aku sedikit jengkel bila Pak Cik misai tu menyebutkan harga makanan aku dalam Ringgit Malaysia. “ Cis, cekik darah!” Aku tengking Pak Cik Misai tu tapi dalam hati je lah..</p>
<p style="text-align:justify;">Nak cuci mata, awek sekolah belum balek lagi, baru jam 11 lebih skit. Jadi aku berjalan – jalanlah dengan slumber dan yakinnya tanpa arah tujuan. Dalam pada aku berjalan itu, terlihat oleh aku dua orang budak lelaki yang aku agak – agak umurnya tak lebih daripada  10 tahun 8 bulan. Tak pegi sekolah ke budak ni? Bila pulak Negeri Sembilan public holiday hari Selasa? Mereka berdua berjalan berpimpinan, seorang berbaju melayu tapi berseluar pendek. Sedikit aneh fesyennya pada hemat aku. Kawannya atau saudaranya  &#8211; entahlah aku tak tau siapa, yang penting temanny yang seorang lagi itu – berbaju t shirt belang –belang biru hijau, ada kesan hingus di hujung bajunya, aku agak je lah dari coraknya. Asyik aku melihat mereka. Aku hampiri mereka. Seluk kocek kiri. Kaut segenggam. Aku hulur. Mulanya mereka tercengang kemudian yang baju belang terus capai pemberian aku. Aku senyum.</p>
<p style="text-align:justify;">“kongsi ye..” baik je ayat aku, macam hero Tamil yang macam nakal tapi rupa – rupanya berhati lembut pada kanak – kanak. Fuh, macho. Aku berlalu.</p>
<p style="text-align:justify;">“ bagi r aku jugak..!” aku dengar budak dengan baju Melayu tu jerit temannya dari belakang. Rupanya mereka berebut. Aku  buat tak dengar.</p>
<p style="text-align:justify;">“ abang, die taknak kasi..” si kawan mula menangis. Aku serba salah. Aku jalan terus.Petang itu, waktu dalam bas aku seluk kocek kiri. Tinggal dua biji je gula – gula aku. Huh, baik atau tidak perbuatan aku tadi?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariszuan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariszuan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariszuan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariszuan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hariszuan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hariszuan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hariszuan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hariszuan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariszuan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariszuan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariszuan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariszuan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariszuan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariszuan.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=116&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/23/cerita-satu-jengkal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a31d9be72a74847c1e4b6389f03d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harisz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/04/pemulung-rw-makmur3261.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sekadar gambar hiasan (mcm Mastika r plak)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persoalan falsafah tu..</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/20/persoalan-falsafah-tu/</link>
		<comments>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/20/persoalan-falsafah-tu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 03:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariszuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[membangunkan otak]]></category>
		<category><![CDATA[nota tambahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariszuan.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Antara persoalan falsafah politik yang sering dibahaskan sejak zaman Greek – Yunani lagi adalah persoalan kekuasaan pemerintah dan kepatuhan rakyat. Hal ini berkait dengan soal autoriti dalam pemerintahan. Namun begitu, dalam konsep kekinian persoalan sejauh mana autoriti pemerintah dalam mengawal, menentu, dan mencatur kehidupan rakyat harus diperbahaskan semula. Dalam era globalisasi ini tidak dapat tidak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=113&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-114" title="mr-bean-and-the-philosophers" src="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/04/mr-bean-and-the-philosopher-s-stone-mr-bean-3230603-500-744.jpg?w=201&#038;h=300" alt="mr-bean-and-the-philosophers" width="201" height="300" />Antara persoalan falsafah politik yang sering dibahaskan sejak  zaman Greek – Yunani lagi adalah persoalan kekuasaan  pemerintah dan kepatuhan rakyat. Hal ini berkait dengan soal autoriti dalam pemerintahan. Namun begitu, dalam konsep kekinian persoalan sejauh mana autoriti pemerintah dalam mengawal, menentu, dan mencatur kehidupan rakyat harus diperbahaskan semula. Dalam era globalisasi ini tidak dapat tidak, ekonomi menjadi faktor pengggerak dalam semua bidang. Analisa ekonomi adalah lebih jelas dalam membedah tindakan dan perlakuan politik. Maka dengan itu, persoalan falsafah politik yang wajar kita bincangkan kini dengan serius adalah persoalan sama ada pemerintah wajar mencampuri urusan ekonomi Negara?  Hal ini merupakan perdebatan yang dinamik dan setiap sisi pandangan punya kekuatan hujahan masing – masing. Dalam masa kemelesetan ekonomi dunia ini, persoalan ini semakin releven untuk diperbahaskan. Semangat  neo- liberal (neo – klasik?) kini semakin dominan, Hayek umpamanya; banyak mempopularkan kembali idea – idea Adam Smith dan Ludwig von Mises. Wacana liberal ini semakin gencar semenjak tahun 1970 (waktu Keynesian semakin hilang pengaruh). <span id="more-113"></span>Ekonomi politik klasik, sebelum Marx, berkembang di England, iaitu negara yang paling maju di antara negara-negara kapitalis. Adam Smith dan David Ricardo, melalui kajian-kajian mereka mengenai sistem ekonomi, mendedahkan dasar-dasar teori tenaga pekerja mengenai nilai. Marx meneruskan usaha mereka; dia memberikan bukti bagi teori tersebut dan memajukannya dengan berterusan. Dia menunjukkan bahawa nilai setiap komoditi adalah ditentukan oleh kuantiti masa bekerja yang diperlukan secara sosial yang digunakan dalam pengeluarannya. Persoalan falsafah ekonomi ini perlu kerana sebagaimana analisa Marx terhadap sosiologi; pada akhirnya hal yang menentukan hubungan superstruktur (institusi social, politik, agama dan lain &#8211; lain) adalah ekonomi. Sebagai contoh, dalam menganalisa kemunduran nilai intelektual university, kita tidak akan dapat lari daripada memberi perharian serius dalam memahami hubungan kekuasaan politik –  ekonomi. Hal ini sudah tentu akan membawa kepada persoalan yang lebih mendalam. Adakah sewajarnya institusi pendidikan disosialisasikan – agar dapat dimilikrakyatkan atau menjadi alat hegemoni Negara? &#8211;  atau diliberalisasikan – untuk faedah kapitalis atau menjadikan university lebih autonomus? Contoh di atas hanyalah sekadar contoh mudah. Selain itu, persoalan ekonomi akan membawa kepada perbahasan falsafah yang lebih dalam mengenai perihal keadilan social dan hak kesamarataan. Apakah hal yang menjustifikasikan si kaya terus kaya dan membiarkan si miskin terus  miskin? Adakah adil untuk memberi upah pada kadar rendah berbanding dengan keuntungan yang diperoleh daripada tenaga pekerja itu sendiri? Apakah indekator bagi menilai nilai upah? Bagi ahli falsafah abad ke-18, John Locke (1632-1704), kaum liberal ini adalah orang-orang yang memiliki hak untuk hidup, merdeka, dan sejahtera. Orang-orang yang bebas bekerja, bebas mengambil kesempatan apa pun &#8211;  sahaja tidak menceroboh ruang orang lain &#8211;  bebas mengambil keuntungan, termasuk kebebasan untuk hancur , bebas hidup tanpa tempat tinggal, bebas hidup tanpa pekerjaan. Liberalism- kapitalis membanggakan kebebasan seperti ini sebagai hakikat dari penciptaan, dan dalam perjalannya, Kapitalisme selalu menyesuaiakan dan menjaga kebebasan tersebut. Misalnya masalah upah pekerja, menurut konsepsi kapitalis, semua keputusan pemerintah atau tuntutan kesatuan sekerja adalah tidak relevan. Pasaran adalh penentu yang mutlak. Namun terdapat kritikan terhadap libralisme yang terlalu menumpukan persoalan individu sehingga gagal melihat kekangan yang bersifat structural yang menjadikan setiap persaingan itu takkan pernah adil.  	Kesimpulannya, persoalan sejauh mana tangan negara sampai dalam ruang awam adalah perbahasan  falsafah yang panjang dan tetap rumit untuk diwacanakan serta kekal relevan untuk terus diperdebatkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariszuan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariszuan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariszuan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariszuan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hariszuan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hariszuan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hariszuan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hariszuan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariszuan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariszuan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariszuan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariszuan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariszuan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariszuan.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=113&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/20/persoalan-falsafah-tu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a31d9be72a74847c1e4b6389f03d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harisz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/04/mr-bean-and-the-philosopher-s-stone-mr-bean-3230603-500-744.jpg?w=201" medium="image">
			<media:title type="html">mr-bean-and-the-philosophers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ke Pesta Buku</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/19/ke-pesta-buku/</link>
		<comments>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/19/ke-pesta-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 06:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariszuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan - jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariszuan.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Semalam sempat berjalan – jalan sebentar di pesta buku Kuala Lumpur. Sebenarnya, aku tak rancang pun nak ke sana, tambah pula dua hari menjelang exam. tapi sebab ada urusan sedikit di Putra, maka aku lapngkan sedikit waktu untuk menjengah. Nampak gah, Gerai jualan sesak, sampai nak berjalan pun terasak – asak. Yang tua nak melangkah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=110&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Semalam  sempat berjalan – jalan sebentar di pesta buku Kuala  Lumpur.  Sebenarnya, aku tak rancang pun nak ke sana, tambah pula dua hari menjelang exam.  tapi sebab ada urusan sedikit di Putra, maka aku  lapngkan sedikit waktu untuk menjengah. Nampak gah,  Gerai jualan sesak, sampai nak berjalan pun terasak – asak. Yang tua nak melangkah pasti teragak. Aku lihat gerai Ujang yang paling ramai pengunjung, mana taknya, beg dengan dua buah majalah Ujang hanya RM4.00, huh murah tu..(tapi aku tak beli r..Rm4 tu lepas tambang komuter,hehe..ujung sem..)  <img class="alignright size-medium wp-image-111" title="yang aku jumpa di pesta buku" src="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/04/dsc01871.jpg?w=300&#038;h=225" alt="yang aku jumpa di pesta buku" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;">kemudian aku terpandang buku Khalil Gilbran (The Prophet) yang  diam dalam peti kaca, rupanya buku itu diharamkan di Malaysia. Aku bertanya kepada pertugas itu, 	Mengapa buku Khalil Gilbran yang mahsyur ini diharamkan? Dengan lurus  (bendul) aku bertanya. 	Maka jawab akak manis yang aku agak – agak dah 26 kali sepanjang hari itu ditanya soalan sama, dengan ramah di jawab, buku ini merosakkan akidah. Klise. 	 “  tingkatnya terlalu tinggi, orang tak paham, tambah pula dalam buku ini dilukis gambar nabi”. Tambahnya lagi. 	“ itukan edisi omputeh, kalau masalahnya gambar nabi, maka padamkan jelah gambar itu, bukan bukunya, soal tak faham itu kan sebab salah kita, kenapa buku yang dihukum?” aku bertanya, bukan untuk jawapan. Cuma aku takut kelak, bila mereka tidak faham buku Ujang, habes buku itu diharamkan, huh..jangan sampai itu terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku jalan lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Singgah di gerai buku Dari Bhasa Penjajah (DBP). Terjumpa sebuah buku Tesaurus Bahasa Melayu. Barang siapa yang tak belajar Bahasa, mungkin haram tak pernah dengan perkataan Tersaurus. Bukan tempatnya untuk kita panjang – panjangkan cerita makana tersaurus ini, googlekan aje..tapi soalnya kenapa gune perkatan inggeris ? sedangkan buku itu menghimpunkan perbendeharaan kata  Bahasa Melayu lengkap dikategorikan, perkataan sinonim-antonimnya (sebagaimana ciri tersaurus). Apakah bahasa melayu tak punya istilah untuk itu? Atau kita tak mampu mencipta istilah? Kamus pun bukan bahasa kita, adakah memangnya Melayu ini tak ada tradisi mengkaji bahasa?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku jalan – jalan lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kali ini jalan pulang.  Hanya sempat membeli sebuah buku Pak Hamka;  Merantau Ke Deli.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariszuan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariszuan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariszuan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariszuan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hariszuan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hariszuan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hariszuan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hariszuan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariszuan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariszuan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariszuan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariszuan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariszuan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariszuan.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=110&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/19/ke-pesta-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a31d9be72a74847c1e4b6389f03d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harisz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/04/dsc01871.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">yang aku jumpa di pesta buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memikirkan kembali fungsi universiti..</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/16/memikirkan-kembali-fungsi-universiti/</link>
		<comments>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/16/memikirkan-kembali-fungsi-universiti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 14:49:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariszuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[membangunkan otak]]></category>
		<category><![CDATA[merepek]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[universiti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariszuan.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Universiti mempunyai makna yang cukup akrab dengan ilmu. Newman merujuk university sebagai &#8220;School of Universal Learning&#8221; di mana university menjadi pusat ilmu dalam apa bidang sekali pun dan sentiasa kehadapan dalam memandu masyarakat. University seharusnya menjadi tanda aras ketamadunan dan ketertinggian intelektual masyarakatnya. Nilaian university terbaik adalah university yang mampu menghasilkan impak bukan sahaja terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=102&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff6600;"><span style="color:#000000;"></span></span><img class="alignright size-medium wp-image-108" title="ukm1" src="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/04/ukm1.jpg?w=214&#038;h=300" alt="ukm1" width="214" height="300" />Universiti mempunyai makna yang cukup akrab dengan ilmu. Newman merujuk university sebagai  &#8220;School of Universal Learning&#8221; di mana university menjadi pusat ilmu dalam apa bidang sekali pun dan sentiasa kehadapan dalam memandu masyarakat. University seharusnya menjadi tanda aras ketamadunan dan ketertinggian intelektual masyarakatnya. Nilaian university terbaik adalah university yang mampu menghasilkan impak bukan sahaja terhadap warganya sahaja malah turut mengesan masyarakat umumnya. Impak yang dimaksudkan sudah tentunya merujuk kepada memberi  jawapan terhadap polemic yang wujud dalam kalangan masyarakatnya sama ada yang bersifat structural mahupun yang berciri semasa dan dalam masa yang sama, sentiasa menawarkan idea – idea baharu. <span id="more-102"></span>Oleh hal yang demikian, jika perkara ini dijadikan sebagai tanda aras university yang baik, maka adakah  university di Malaysia ini amat jauh keterbelakang dalam mendukung makna university itu sendiri ? Andainya  kita merujuk kepada falsafah pendidikan kebangsaan (FPK), salah satu konsep asas yang terkandung dalam FPK adalah mengenai ilmu, nilai dan peranannya dalam pembangunan insan dan masyarakat – hal yang merupakan inti pati yang mendukung makna universal Knowledge &#8211; Nilai ilmu terletak pada kebenaran kandungan yang berfungsi bukan sahaja untuk memaklumkan dan menerangkan kepada manusia akan sesuatu, tetapi lebih penting lagi ilmu mempengaruhi, mengubah dan membentuk diri serta masyarakat manusia. Fungsi ilmu yang boleh mengubah manusia dan masyarakat inilah yang menjadikan sesuatu yang amat tinggi nilainya. Pendidkan ialah satu proses dan aktiviti sepanjang hayat dan manusia sentiasa berada dalam keadaan memerlukan perluasan, pendalaman dan pengesahan kepada ilmu yang ada. Pengalaman bukan sahaja boleh memperkaya dan mengukuhkan ilmu tetapi juga mencabar dan mengubah ilmu yang sedia ada pada manusia dan seharusnya yang memikul tanggungjawab ini adalah university.  Hal ini kerana, mereka yang terbaik dalam kalangan masyarakatnya – daripada sudut akademik – pastinya akan tertumpu dan terkait dengan university. Jika tidak, maka rugilah university tersebut. Gerakan intelektual adalah perlu dalam sebarang bentuk gerakan masyarakat sebagai vanguard – perintis barisan hadapan sesuatu gerakan (perjuangan) &#8211;  yang memacu pencerahan sesuatu masyarakat. Tanpanya sebarang gerakan massa itu hanya akan bersifat kosmetik, luaran, popular dan gagal mencetus perubahan – apatah lagi revolusi pemikiran. Hanya dengan adanya pemikiran – pemikiran besar yang bersifat structural yang mampu memberi anjakan paradigma baharu dalam sesebuah masyarakat. Pencerahan hanya bermula selepas masyarakatnya berfikir. Man only can become man by education kata Immanuel Kant. Jadi, pada pundak siapa seharusnya beban tanggungjawab mencerahkan masyarakat ini diletakkan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariszuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariszuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariszuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariszuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hariszuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hariszuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hariszuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hariszuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariszuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariszuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariszuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariszuan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariszuan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariszuan.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=102&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/16/memikirkan-kembali-fungsi-universiti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a31d9be72a74847c1e4b6389f03d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harisz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/04/ukm1.jpg?w=214" medium="image">
			<media:title type="html">ukm1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Barat dengan Timur</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/06/barat-dengan-timur/</link>
		<comments>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/06/barat-dengan-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 14:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariszuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[membangunkan otak]]></category>
		<category><![CDATA[nota tambahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariszuan.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[‘Falsafat Timur’ adalah tradisi falsafah yang terutama berkembang di Asia, khususnya di India, Tanah Besar China, Asia Tenggara, Asia Barat dan daerah-daerah lain yang mana budaya dan tradisi amat akrab dengan pembinaan ilmu falsafahnya. Sebuah ciri khas Falsafah Timur ialah dekatnya hubungan falsafah dengan agama. Meskipun hal ini bukan milih ekskusif falsafah Timur kerana pemikiran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=97&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">‘Falsafat Timur’ adalah tradisi falsafah yang terutama berkembang di Asia, khususnya di India, Tanah Besar China, Asia Tenggara, Asia Barat dan daerah-daerah lain yang mana budaya dan tradisi amat akrab dengan pembinaan ilmu falsafahnya. Sebuah ciri khas Falsafah Timur ialah dekatnya hubungan falsafah dengan agama. Meskipun hal ini bukan milih ekskusif falsafah Timur kerana pemikiran Barat tidak seluruhnya sekuler &#8211; terutama di Abad Pertengahan-  contohnya St Agustine dan Aquinas, tetapi di Dunia Barat filsafat ’rasionalisme’ masih lebih menonjol daripada agama. Apabila bicara soal falsafah Timur nama – nama  seperti Siddharta Gautama/Buddha, Bodhidharma, Lao Tse, Kong Hu Cu, Zhuang Zi dan juga Mao Zedong pastinya menjadi rujukan sebagai tokoh pemikiran dunia sebelah sini. <span id="more-97"></span>Maka pastinya sukar untuk mencirikan sifat pemikiran mereka ini kerana paradigma (meminjam istilah Kuhn) yang luas dan pencirian umum hanya akan membentuk generalisasi yang lemah. Sebagaiamana juga pemikiran Barat, pastinya tidak dapat diberi pencirian umum kerana kerecaman idea, ideology, dan latar hidup. Jika dapat ditarik keluar sekali pun hanya akan ada satu ciri umum pemikiran Barat – mahu pun Timur &#8211; iaitu beragam! Bagaimana untuk kita mencirikan pemikiran Plato, Aristoteles, Thomas Aquinas, Réne Descartes, Immanuel Kant, Georg Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre dan lain – lainnya dalam satu tulisan?   Secara kasarnya, pemikiran falsafah politik Barat berakarkan tradisi Yunani manakala pemikiran Timur pula berkembang daripada beberapa tradisi yang berbeza antaranya tradisi Hindu- Buddha, Cina, Arab – Parsi, dan lain – lain lagi. Pemikiran Eropah (baca; Barat) kemudiannya – sesudah zaman Yunani – dipengaruhi kuat dengan logic Kristian, selari dengan perkembangan agama Kristian pada zaman itu sebelum pemikiran rasionalisme menjadi dominan hingga kini. Barat melalui transisi falsafah yang panjang, begitu juga dengan Timur, Cuma bezanya pemikiran falsafah Timur terencat oleh penaklukan Barat (daripada sudut fizikalnya mahupun idea dan pandang dunianya).  . Maka di sini penulis menarik perbincangan ini kepada salah satu pemikiran politik Timur  yang merupakan antara yang terawal di dunia (dari segi penyataan bertulis) selepas Yunani. Tamadun Campa telah membentuk konsep kepimpinan unggul seawal abad ke 6 M lagi   (Shaharir 2008). Konsep ini dinamakan Cakravantin (pemimpin alam). Raja Campa yang bernama Shri Jaya Indravarmadeva (960-972M) – sebagaimana yang tertulis pada batu bersurat Campa di Mi-Son bertarikh 1088M – antara yang didakwa adalah seorang Cakravantin.  Terdapat beberapa ciri utama falsafah Cakravantin ini antaranya menjelaskan mengenai tokoh yang beraura dan berkarisma. Dalam pencirian Cakravantin ini dapatlah ditarik keluar beberapa ciri pemikiran terhadap falsafah kepimpinan pada zaman itu. Pertamanya menekankan soal pemimpin yang berilmu dalam urusan pentadbiran. Istilah yang digunakan untuk merujuk konsep ini adalah samarthya. Dalam pada itu Cakravantin juga menekan soal statergi perperangan dengan memberi tumpuan dalam aspek mengucar – kacirkan musuh. Sebagai seorang cakravantin, raja haruslah dapat memahami strategi perperangan dan digeruni musuh. Akan tetapi di dalam Negara, raja harus bersifat tenang, belas kasihan (bukan kepada manusia sahaja), dan tidak egoime (ahankara dalam istilah asalnya). Dalam alam falsafah Barat, Machiavelle antara yang besar sumbangannya terhadap displin ilmu falsafah pemerintahan. Pemikiran beliau diterjemahkan melalui bukunya yang amat mahsyur hingga kini; The Prince (judul asalnya dalam bahasa Itali Il Principe) pada tahun 1532 terkebelakang berbanding Cakravintin selama 500 tahun?! Terdapat sebelas nilai kepimpinan yang dibahaskan oleh  Machiavelle dalam The Prince (George 1972).  Antaranya  sifat murah hati, dan belas kasihan oleh  Machiavelli itu telah diungkapkan jauh lebih awal dalam konsep Cakravantin. Malah, Cakravantin meluaskan makna belas itu bukan sahaja kepada manusia malah terhadap haiwan dan alam sekitarnya. Hal ini dapat difahami kerana falsafah pemikiran pada zaman Champa ini (sekitar 7 M) melihat wujud keakraban antara manusia dan alam. Sebarang tindakan buruk manusia kepada alam akan memberi kesan lansung terhadap negara. Mungkin sekali ini berakar daripada pemikiran animisme, sebelum diperkuatkan lagi dengan faham Hindu- Buddha.  	Prinsip Machiavelli yang terkenal, matlamat menghalalkan cara juga telah dibahaskan dalam konsep Cakravantin dalam kategori strateginya. Dalam Cakravantin, keupayaan perselisihan dan memberi suapan rasuah untuk mencapai sesuatu matlamat – dalam mengekalkan kestabilan &#8211;  itu dianggap nilai pemimpin yang baik.  Umumnya terdapat beberapa keselarian antara konsep Crakravantin dan Machiavellian. Namun begitu, Crakravantin kuat dipengaruhi oleh falsafah agama Hinddu – Buddha. Manakala tiada unsur – unsur agama (Kristian menurut konteks) yang dapat dicerap dalam konsep kepimpinan Marchiavelli.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariszuan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariszuan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariszuan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariszuan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hariszuan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hariszuan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hariszuan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hariszuan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariszuan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariszuan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariszuan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariszuan.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariszuan.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariszuan.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=97&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariszuan.wordpress.com/2009/04/06/barat-dengan-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a31d9be72a74847c1e4b6389f03d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IndralokaNIRVANA</title>
		<link>http://hariszuan.wordpress.com/2009/03/28/indralokanirvana/</link>
		<comments>http://hariszuan.wordpress.com/2009/03/28/indralokanirvana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 15:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariszuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[jalan - jalan]]></category>
		<category><![CDATA[merepek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariszuan.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Pemenang kulit album terbaik peringkat Hulu Langat<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=93&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-94" title="di Borobudur" src="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/03/dsc01549.jpg?w=509&#038;h=382" alt="di Borobudur" width="509" height="382" /></p>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#800000;">Pemenang kulit album terbaik peringkat Hulu Langat</span></strong></h2>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariszuan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariszuan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariszuan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariszuan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hariszuan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hariszuan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hariszuan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hariszuan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariszuan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariszuan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariszuan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariszuan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariszuan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariszuan.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariszuan.wordpress.com&amp;blog=5138873&amp;post=93&amp;subd=hariszuan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariszuan.wordpress.com/2009/03/28/indralokanirvana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a31d9be72a74847c1e4b6389f03d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harisz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hariszuan.files.wordpress.com/2009/03/dsc01549.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">di Borobudur</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
